Minggu, 30 Juni 2013

aku untu tuhan

"malam dengan gelap"

aku tak mengutuk cahaya malam yang gelap, hanya menggerutu karena aku tak tau harus memeilih arah jalan karena kegelapan.
Mencari lilin, tapi jika ku bawa berjalan terangnya sejenak dan tak mampu memberi arah kepastian kedepan. aku takut kesasar, aku juga takut hujan yang membuat aku kembali pulang ke arah belakang untuk berteduh tapi juga tak memberi kepastian aku jatuh atau tidak.

Tuhan, aku selalu bertahan dalam kepercayaan Engkau akan menerangi malam, memberi cahaya yang menunjukan baik dimasa depan ...

Tuhan, jangan biarkan aku dengan kesetiaan menunggu harapan :''''''





:)

tentang dia--



Dimana hatimu saat melakukan hal yang lagi-lagi membuat aku merasa dipermainkan, merasa ditarikulur hati ini bagaikan tempat pesinggahanmu saat kau butuh tanpa memikirkan bagaimana keadaan yang kau singgahi itu. Bukankah kita mengerti dan kita sadari rasa yang ada, tapi itu hanya yang aku rasa, bagaimana dengan kamu ?
adakah janji diatas ikrar yang kau sebut-sebut itu. Namun biarlah aku hanya mampu mendengar janji melihat bukti suatu saat nanti.
Kadang untuk apa hal ini, saat aku dengan dia dan kamu disana dengan oranglain. Untuk apa semua ini ? apakah hanya jeda waktu untuk kita bersatu ? tapi bagaimana jika aku terbiasa dengan kebaikan dia, dan kamu nyaman dengan orang itu, apakah arti semua hal ini. Aku tak ingin janji, aku tak mau semua ini. Aku hanya ingin menjalani tanpa ada kata pisah saat kau pergi waktu itu. Saat itu aku berbalik arah dengan perasaan yang tak lepas dengan kata “kamu”, mungkin kamu bisa saja mendapatkan yanglebih segalanya dari aku. Tapi aku tak akan pernah terganti dan akupun sebaliknya. Semua tak sama dan tetap akan berbeda  -_-
cukup sekian curhat today ehehe....

Selasa, 25 Juni 2013

143 laggih



cerita lagi yukk. kisah amih lagi pastinya ;)
langsung aja yah. cokodotttt !

"Tiga hari yang lalu aku mendapat message dari orang yang tak asing lagi dalam cerita hidupku you can call Mr. X, aku,,,,,,, ? happy sih Cuma rasanya aneh. Aneh karena memang tak biasanya dia sms tiba-tiba begini.

“dodolll” singkat tapi memang bikin senyum hati kecil (hihi)

“ia martabak” balasanku singkat sok jaga imej dikit.

“telattttttttt” katanya bergaya sebel.

Lalu kemudian kami berlanjut saling membalas pesan sampai di tadi malam dia menghubungiku lagi dengan esemes “143” yang spontan tiga hurup itu membuat aku bingung harus balas apa. Tapi aku mencoba membuat perasaan tidak kepedean karena sudah pengalaman selama setahun terakhir ini dia hanya menarik ulur perasaan ini. Dan aku memilih setia seperti lagu yang lagi musim baru-baru ini yang diluncurkan fattin rizkia, subhanallah GUE bangetttt lagunya :).

Selasa, 18 Juni 2013

karena jarak aku :'(


any way , aku ingin bercerita segala hal yang bersangkut paut dengan jarak. entah kenapa jarak terkadang menimbulkan masalah. hemmmppp dalam belajar pun jarak bisa saja jadi masalah, misalnya saja tidak bisa mengerjakan soal tentang ukuran pada sebuah soal di materi matematika :D itu sih masalah aku waktu SD yang sampe nangis gara2 blum tau rumus dan mncoba menjawab asal2an akhirnya meraih nilai nol dan dilemparkan buku ke muka karena bla bla bla ahhhhh... yasudahlah itu kisah waktu SD.

berbeda lagi dengan masalah aku waktu SMP,, JARAK dimasa-masa sekolah menengah ini lebih meyedihkan lagi, dimana aku harus terkurung dipenjara suci selama 6 bulan dan baru dapat pulang kerumah merasakan kesegaran dunia luar setelah lolos dalam 4 hafalan yaitu nahwu, shorof, hadist dan surat dalam al-qur'an yang telah ditentukan, (kalo gag hafal yah tetep aja mengalami sanksian didalam kurungan :'( ), namun alhamdulillahnya setiap waktu-waktu libur aku bisa lolos hafalan dan memenuhi janjiku pada JARAK bahwa aku akan pulang demi ketemu dengan teman dan keluarga dirumah. hemmmm rasanya mengalami krisis rindu itu tak terjelaskan oleh kata-kata dehhh...! dan slalu saja itu  troublenya,,,

akhirnya setelah empat tahun bertahan dengan masalah rindu, aku pun memutuskan untuk pindah school dari SMK ke Madrasah Aliyah, meski tak sesuai dengan kemauan tapi itu ku fikir  make me better dan aku jalani kenikmatan dunia Aliyah yang otomatis suasananya berbeda dengan waktu saat SMK di penjara suci dulu namun menjadi penyelesaian masalah perpisahan  antara aku dan family..

"masalah jarak ketika aliyah apa yah ???"

hemmppp itu mah rahasia aja deh okeh :)


beralih di perguruan tinggi, lagi-lagi jarak menjadikan aku mengalami krisis kepercayaan pada seseorang uwhh capek dehh! bukan hanya itu jarak menjadikan aku juga mengetahui seberapa setia, dan seberapa kuat dengan perpisahan tanpa pertemuan. o o jangan salah sangka dulu ini bukan tentang pacar tapi tentang persahabatan lho.... dengan kejauhan  aku bisa tau bahwa sahabat tetap berarti dan tetap kita butuhkan dimanapun, dan sebagaimanapun kita berbeda ia kan my best friend....

intinya dengan jarak
aku rasa rindu menggebu,,,
aku rasa kata-kata menumpuk di benak
aku rasa semua ada karena jarak


aku begitu
kamu begini

tapi insyaallah jarak bukan berarti tidak menjadi kita.
tapi mempererat kita.


dengan ridho allah jarak jadi happy ending lho :)
aminnnn......