Minggu, 29 Juni 2014

kisah bismillah pagi ini :D

bismillah..,pagi-pagi sudah mandi dan berangkat menuju kampus dengan niat bertemu teman sedesen bimbingan. hmmmm,,,, namun apa yang didapat saat tiba dikampus ? mereka telah pulang karena tak ada bimbingan dan kontrak mata kuliah onlen pun tidak dapat dilakukan hari ini. huft... sungguh mengecewakan. tapi ingat lagi dengan bismillah dini hari tadi :).. semangattt !!!! ya, semangat ayoh. ini baru ujian puasa pertama di hari ini yang menguji keteguhan hatimu. give a smile for it :) :) :) 
 yasudah sekarang manfaatkan media yang ada di upi net, di rumah gabisa akses internet kan ?? haha dasar gratisan aja melek, ayoh ayoh..
postingan blog ini hanya penyemangat belaka, jika ada kesamaan rasa rasa atau bahasa harap dimaafkan hihi :) 

Minggu, 01 Juni 2014

media pembeajaran di PAUD atau TK




Media Pembelajaran PAUD
“Sarung Tangan Ajaib”
Laporan
Diajukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester “Pendidikan Seni Rupa Anak Usia Dini”
Dosen : Agus Djatri Widodo S.Pd

Oleh :
SitiMaesaroh               1203428

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS SERANG
2014





Tugas Seni Rupa Membuat Media Pembelajaran

  1. Konsep Awal Pembuatan
Konsep awal yang saya buat adalah membuat alat yang dapat membatu guru dalam mengajar dikelas utamanya taman kanak-kanak. Karena anak senang sekali bernyanyi dan bercerita, di media ini saya buat satu alat yang membatu guru memperagakan apa isi nyanyiannya yaitu yang pertama anggota wajah, yang kedua jumlah jari, dan macam-macam hewan yang dapat dipelihara dan tidak buas.
Dengan alat peraga ini anak dapat lebih mudah membayangkan apa yang disampaikan, karena ada gambar atau contoh yang konkret untuk memperagakannya. Dengan demikian anak akan menyukai pembelajaran dan pembelajaran pun akan sesuai dengan yang kita kondidikan.
Alat peraga ini dibuat sangat mudah dan tidak memakan waktu banyak, jadi guru dapat membuatnya untuk mengajar disekolah masing-masing.

  1. Alasan memilih alat tersebut dan judul alat peraga
Kenapa saya memilih alat ini :
a.       Bahannya mudah didapat.
b.      Cara membuatnya mudah
c.       Dapat membantu kegiatan pembelajaran sesuai tema yaitu anggota tubuh, macam-macam warna atau hewan peliharaan
d.      Dalam satu alat peraga tapi dapat dipakai dalam beberapa tema
e.       Membuatnya tidak memakan waktu banyak
Alat peraga yang saya buat saya beri nama “sarung tangan ajaib”. Karena anak menyukai hal-hal yang unik dan menyenangkan maka dengan nama sarung tangan ajaib yang multi fungsi ini dapat membuat anak senang belajar dan mengikuti pembelajaran gurunya.


  1. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat media tersebut
Alat dan bahan yang saya gunakan dalam membuat sarung tangan ajaib ini adalah :
Alat :
1.      Gunting
2.      Lima jari
3.      Pencil
4.      Jarum jait besar (untuk benang wol)
5.      Lilin
6.      Korek api
Bahan :
1.      Kain flannel (warna bebas)
2.      Benang wol
3.      Lem lilin
4.      Mata-mataan
5.      Kertas origami
  1. Fungsi alat yang dibuat
Adapun fungsi dari alat dan bahan yang saya buat yaitu :
Alat :
1.      Gunting : untuk menggunting kertas origami, kain flannel dan benang wol.
2.      Lima jari tangan : untuk mengukur ukuran tangan kita (pembuat) agar sesuai dengan ukuran tangan untuk membentuk sarung tangan.
3.      Pencil : untuk menandai hasil ukuran jari tangan
4.      Jarum : untuk menjahit kain flannel yang sudah diukur dijadikan sebuah sarung tangan.
5.      Lilin : untuk membakar lem lilin agar mencair ketika akan menempelkan bahan.
6.      Korek api : untuk menyalakan lilin
Bahan :
1.      Kan flannel : untuk bahan dasar membuat sarung tangan dan pernak-pernik di bagian penghiasnya.
2.      Benang wol : untuk merekatkan (jahit) kain agar terbentuk sebuah sarung tangan.
3.      Lem lilin : untuk menempelkan gambar hewan-hewan, gambar wajah dan warna dalam jemari tangan.
4.      Mata-mataan : untuk memberi kesan mata asli dalam wajah di sarung tangan
5.      Kertas origami : untuk memberikan macam-macam hewan yang ada dijemari tangan.
  1. Fungsi media yang dibuat
Adapun fungsi dari media yang saya buat yaitu membantu guru dalam mengajar di taman kanak-kanak khususnya ketika bernyanyi dan bercerita. Ktika guru ada dalam tema anggota tubuh, guru dapat menggunakan lima jari dan gambar wajah dibagian telapak tangannya. Ketika pebelajaran ada dalam tema hewan dan sub temanya adalah hewan peliharaan, guru dapat menggunakan lima jari yang bergambar hewan utuk memperagakan atau menceritakan pada anak hewan yang dapat dipelihara dengan memainkan lima jari yang bergambar tersebut.

  1. Langkah-langkah pembuatan
Setelah alat dan bahan telah ada, maka langkah-langkah pembuatanya yaitu :
a.       Siapkan kain flannel yang telah anda pilih warnanya, kemudian letakan lima jari tangan diatasnya untuk mengukur ukuran sarung tangan dan tandai dengan pencil. Buat untuk lapisan atas dan bawah tangan seperti gambar. (terlampir)   
b.      Setelah terbentuk dua lapisan maka jahitlah kain sisi flannel tesebut sehingga menjadi sebuah sarung tangan.
c.       Setelah sarung tangan jadi, tempelkan mata-mataan tadi pada bagian telapak tangan, lalu gunting kain flannel berwarna hitam membentuk garis panjang untuk alis, dan kain flannel warna orens tua membentuk mulut dan hidung lalu tempelkan pada bagian telapak tangan sarung dengan lem lilin yang dilelehkan pada api di lilin. Maka akan terbentuk sarung tangan berwajah.
d.      Setelah itu buat 5 pola-pola yang membentuk gambar hewan-hewan yaitu bebek, gajah, burung kupu-kupu dan kambing dari kertas origami dengan berbagai warna dan bentuknya. Setelah itu tempelkan gambar-gambar yang anda buat pada disetiap jari pada bagian belakang dengan menggunakan lem lilin. 
e. tara.... ! jadideh :D



  1. Lampiran foto
  

     

Kamis, 29 Mei 2014

ANZni ku :*

Bismillah semoga tanggal 30 esok membawa keberkahan untuk ANZni di acara macan esok akan tetpilih sosok pemimpin yang diharapkan lebih baik lagi aamiin. Dan semoga amanah berat yang aku pikul selama satu periode ini berarti bagi ANZni. Masaih banyak kehilafan dankesalahan utamanya hal keuangan semoga keluarga ANZni memaafkannya. Aamii.

Banyak harap diawal bulan sya'ban dan akhir rojab ini membawa keberkahan untuk kita. Semoga lpj kita diterima dan proker yg blum terlaksana menjadi bahan proket periode selanjutnya :)

Selasa, 20 Mei 2014

teknik-teknik supervisi



Teknik-Teknik Superisi Pendidikan
1.       Pengertian Teknik Supervise Pendidikan
Teknik adalah suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu. Suatu  teknik yang baik adalah terampil dan cepat menurut (hariwung : 1989). Teknik supervisi adalah cara-cara khusus yang digunakan untuk menyelesaikan tugas supervisi dalam mencapai tujuan tertentu dan teknik supervise adalah alat yang digunakan supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
Jika layanan yang dterima peserta didik tidak bermutu, maka lulusan hasil pendidikan menjadi tidak bermut, jika mutu lulusan tidak bermutu, maka ualitas su,ber daya manusia yang telah melalui proses pendidikanpun tdak bermutu, akibatnya daya saing bangsa menjadi rendah dan kualita kesejahteraanpun menjadi rendah pula. Hal ini menjadi alasan mengapa bantuan supervise sangat dibutuhkan oleh gur, bantuan ini untuk memperbaiki cara guru memberikan layanan pendidikn kepada peserta didiknya menjadi lebih berkualitas.
Teknik supervise yang digunakan akan selalu memperhatikan  dan terkait dengan problem mengajar yang dilakukan guru, banyakny guru dan variasi mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab guru yang dibimbing.

2.      Teknik-teknik yang digunakan dalam pelaksanaan supervise pendidikan
Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun perorangan ataupun secara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi (Sagala 2010: 210).
a.      Teknik supervise yang bersifat kelompok
Teknik supervise yang bersifat kelompok adalah teknik supervise yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok (Suhertian 2008 : 86). Teknik supervise yang bersifat kelompok antara lain : (Sagala 2010 : 227)



1)      Perteman orientasi bagi guru-guru
Pertemuan orientasi adalah pertemuan antara supervisor dengan supervisee (terutama guru baru) yang bertujuan mengahntar supervisee (orang yang disupervisi) memasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat Sagala (2010:210) dan Suhertian (2008:86).
Pada pertemuan orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal-hal sebagai berikut (Suhertian 2008 : 86):
·         System kerja yang brlaku disekolah
·         Proses dan mekanisme admnistrasi dan organisasi sekolah
·         Biasanya diiringi dengan Tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah
·         Sering juga pertemuan orientasi ini diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya
·         Ada juga melalui kunjungan ketempat-tempat tertentu yang berkaitan dengan sumber belajar
·         Salah satu cirri yang sangat berkesan bai pembinaan segi sosial dalam orietasi ini adalah makan bersama
·         Aspek lain yang membantu tercitanya suasaa kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa asing tapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru yang lain.
2)      Rapat guru
Rapat guru adalah teknik supervise kelompok yang dilakukan untuk membiacarakan proses pembelajaran dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru (Pidarta 2009:72).

3)      Studi kelompok antar guru
Studi kelompok antar guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh bahasa, IPS, dan sebagianya dan dikontrol oleh supervisor agar kegiaan bermakud tidak berubah menjadi ngobrol hal-hal yang tidak ada katannya dengan materi. Topic yang akan dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan isepakati terlebih dahulu.

4)      Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pikiran atau penadapat melalui suatu percakapan tentang satu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Melalui diskusi supervisor dapat membantu para guru untuk saling memahai, mengetahui, dan mendalami suatu permasalahan sehingga secara bersama-sama akan berusaha mencari alternatifnya tersebut (Sagala 2010:213).

5)      Workshop
Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal ini perlu diperhatikan pada pelaksanaan workshop yaitu :
·         Masalah yang dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari guru tersebut
·         Selalu menggunakan secra maksimal aktivitas mnetal dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebihtingggi dan lebih baik.
·          
6)      Tukar menukar pengalaman
Tukar menukar pengalaman “sharing of experience” sutu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topic-topik yang sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu sama lain. Langkah-langkah melakukan sharing yaitu :
·         Menentukan tujuan yang akan dicapai
·         Menentukan pokok bahasan yang akan dibahas
·         Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat mereka.
·         Merumuskan kesimpulan.
7)      Diskusi Panel
Diskusi panel dalam bentuk forum diskusi  (round table discussion) adalah suatu bentuk diskusi yng dipentaskan dihadapan sejumlah partisipan atau pendengar. Dalam diskusi tersebut semua masalah dihadapkan kepada sejumlah ahli (panelis) yang memiliki keahlian  dibidang masalah yang sedang didiskusikan.  Kelompok ahli ini bisa berasal dari guru, pengawas sekolah, dosen diperguruan tinggi atau praktisi lainnya yang menguasai bidang yang diperlukan oleh guru. Bentuk diskusi ini sering disebut dengan (percakapan tingkat tinggi-Glorified conversation).
Moderator dapat dipegang oleh guru  atau pengawas sekolah yang mempunyaii keterampilan sebagai moderator. Kegiatan ini dapat dilakukan satu kali dalam semester sesuai kebutuhan., dan kegiatan diskusi panel ini dapat membantu guru untuk menambah wawasan ang berubungan dengan pengajaran
8)      Seminar
Seminar merupakan pertemuan ilmiah untuk menyajikan karya tulis baik berupa makalah maupun hasil-hasil penelitian. Seminar juga menginformasikan dan membahas berbagai informasi, ide, konsep, dan temuan penelitian melalui suatu forum seminar. Seminar berasal dari bahsa latin “seminarium” yamg berarti pembibitan atau persemaian atau menabur.

9)      Symposium
Simposium dari bahasa Yunani syn yang berarti dengan; dan posis berarti minum, jadi symposium  diartikan juga jamuan. Simposium meruakan suatu kebiasaan manusia pada zaman itu bahwa setelah selsesai suatu acara tidak segera meninggalkan tempat. Tetapi mereka duduk-duduk santai sambil minum anggur dan menonton tari-tarian dan mendengarkan music  yang diselingi dengan pertukaran pikiran tentang sesuatu hal sebagai hiburan intelektual (intellectul enterteiment).
Simposium adalah suatu pertemuan yang dalam pertemuan itu ada beberapa pembicara menyampaikan pikirannya  secara singkat mengenai suatu topic pendidikan, atau topic-topik yang berkaitan  dengan problematika mengajar. Dalam praktiknya supervisor dapat memanfaatkan para ahli dari perguruan tinggi sebagai narasumber untuk membahas topic tertentu yang telah disepakati bersama guru binaannya.

10)  Panitia penyelenggara
Suatu kegiatan biasanya perlu diorganisasikan. Untuk mengorganisasi suatu tugas bersama, ditunjuk beeberapa orang penanggungjawab pelaksana. Para pelaksana yang dibentuk untuk melaksanakan sesuatu tugas kita sebut sebagai panitia penyelenggara. Panitia ini dalam melksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah kepadanya,bantak mendapat pengalaman-pengalamankerja.

11)     Demontrasi Mengajar/ Demonstration Teaching
Suatu teknik yang bersifat kelompok bila mana supervisor itu memberi penjelasan-penjelasan kepada gugu-guru tentang mengajar yang baikmemberikan penjelasan kepada guru yang dikunjungi sebelumnya.
·         Krkurangan cara ini adalah : perkembangan mengajar itu berpusat pada pusat minat atau suatu kegiatan yang membutuhkan waktu lama untuk demonstras mengajar
·         Ketidakmampuan beberapa supervisor untuk mangadakan demontrasi mengajar
·         Banyak guru tidak mau mengadakan demontrasi dan membantu supervisior mengadakan demontrasi mengajar
12)  Perpustakaan jabatan
Perpustakaan in berisi buku, majalah, dan bahan—bahan linnya yang telah diselaksi dan diteliti mengenai bidang studi tertentu.  Guru dapat studi secara berkelompok  bila ada perpustakaan jabatan yang lengkap
13)  Buletin supervisi
Ialah salah satu alat komunikasi dalam bentuk tulisan yang dikeluarkan oleh staf supervisor yang digunakan sebagai alat untuk membantu  guru dalam memperbaiki situasi pembelajaran.
14)  Membaca langsung
Teknik ini merupakan teknik yang sederhana namun sulit dilaksanakan ialah membaca langsung dan terbimbing, cara ini disebut juga dengan suggested reading atau guided readung. Tejnik ini sangat menolong guru untuk  meningkatkan pengalaman mereka.  Hanya saja guru akan mengalami kesulitan dalam memakai waktu yang cukup untuk membaca. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kegairahan di tingkat guru.
15)  Mengikuti kursus
ini sebenarnya bukan termasuk teknik, melainnkan hanya untuk meningkatkan pengetahuan tentang profesi mengajar dan menambah keterampilan guru dalam melengkapi profesi mereka. Yang diharapkan pada kursus ini adalah: pertama sebagai penyegarn untuk guru dan kedua adalah sebagai usaha peningkatan pengetahuan,keterampilan danmengubah sikap tertentu.
16)  Orientasi Jabatan/ professional organizations
Kelompok jabatan yang diorganisasikan sesuai dengan minat dan masalah akan menjadi salah satu yang palng kuat pengaruhnyauntuk inservise training baik pusat maupun daerah.
Kelompok mengadakan konferensi kerja  setahun sekali tentang masalah dan perencanaan mengajar dan penggunaan teknik yang lebih baik lagi
Kebaikan dari ini adalah: memiliki nilai sosial, guru memperoleh ide-ide yang praktis dan inspiratif dari pidato-pidato yang dapat memperkaya pengalaman.
17)  Labolatorium kurikulum
Adalah suatu tempat yang dijadikan pusat kegiatan  dimana guru-guru memperoleh  sumber-sumber matri untuk menambah pengalaman meraka dalam rangka inservice educations
18)  Perjalanan sekolah untuk anggota staf/field trip
Bagi guru ini merupakan teknik supervisi untuk memperbaiki situasi belajar dan mengajar. Perjsalanan sekolah merupakan salah satu alat atau teknik belajar bagi murid-murid.
Macam-macam filed trip
1.      Ekskursi yaitu perjalan sekolah yang dilakukan suatu kelompok manusia dengan tujuan untuk mempelajari sesuatu cara menyeluruh
2.      Study trip/ filed trip ialah perjalanan sekolah yang khusus mempelajar suatu hal tertentu
3.      Tour adalah sejenis ekskursi yang memakan waktu agak panjang  dam daerah yang luas.
Demikianlah perjalanan sekolah sebagai teknik belajar yang akan menambah pengetahuan yang berarti mengembangkan pertumbuhan dan jabatan.
19)  Kunjungan rumah
Kunjungan rumah merupakan teknik supervisi yang door to door dengan cara jemput bola kepada guru yang akan disupervisi. Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi dan kondisi kehidupan orang yang disupervisi dirumah, terutama meneliti masalah yang secara langsung mempengaruhi tgas dan kewajiban dari orang yang disupervisi itu.
20)  In-servise training
in-servise training dilakukan melalui penataran-penataran untuk guru mata pelajaran tertentu persektor atau gugus, per-kabupaten atau per-wilayah. Prisip dasarnya adalah mengacu pada asas pendidikan seumur hidup yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga professional sehingga diperlukan strategi yang memadai dalam pengembangan ini.

b.      Teknik individual dalam supervisi
Teknik individual menurut Suhertian yang dikutip Sagala (2010:216) adalah teknik pelaksanaan supervise yang digunakan supervisor kepada pribadi-pribadi guru guna eningkatan kualitas pengajaran disekolah. Teknik-teknik individu dalam pelaksanaan supervise antara lain :
1)      Teknik kunjungan kelas
Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor kedalam suatu kelas pada saat guru mengajar dengan tujuan untuk membantu guru menghadapi kesulitan/masalah mengajar selama melaksanakan pembelajaran. Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan empat  cara yaitu :
·         Kunjungan kelas tanpa diberitahu
·         Kunjungan kelas dengan pemberitahuan
·         Kunjungan kelas atas undangan guru
·         Saling mengunjungi kelas
Teknik ini seperti kepala sekolah datang kekelas untuk melihat cara guru mengajar. Tujuannya yaitu untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar.Fungsinya sebagai alat untu mendorong guru agar meningkatkan cara mengajar guru dalam belajar mengajar dan cara belajar siswa. Ada tiga macam kunjungan kelas diantaranya yaitu:
1.      Kunjungan tanpa diberi tahu(unannonced vissitation) ini seperti  supervisor datang kekelas tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Segi positif dari kunjungan ini adalah supervisor dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya dan membuat guru untuk selalumempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dari segi negatifnya guru menjadi gugup.
2.      Pengunjungan dengan cara memberi tahu terlebih dahulu(announced vissitation) supervisor memberi kan jadwal untuk kunjungan sehingga guru tau jika akan dikunjungi. Sisi positifnya bagi supervisor kunjungan ini sangat tepat dan punya konsep pengembangan yang terencana. Dan guru dengan sengaja mempersiapkan diri sehingga ada kmungkinan hal-hal yang dibuat-buat
3.      Perkunjungan atas undangan guru(vissiting upon invitation). Ini akan lebih baik karena guru punya motivasi  untuk memperbaiki  dan mempersiapkan pengajaran, dan membuka diri agar dia dapat mmperoleh pengalaman baru dari perjumpaannya dengn supervisor. Segi positif dari kunjungan ini adalahuntuk supervisor dapat belajar berbagi pengalaman dalam berdialog dengan guru sedangkan untuk  guru dapat lebih mudah untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya. Sisi negatifnya akan timbul sikap manipulasi atau menonjolkan diri.
Antara guru yang satu dengan yang lain dapat melakukan perbaikan situasi belajar mengajar  dengan melakukan kunjungan kelas, selain itu dapat juga bergaintian ke sekolah masing-masing. Manfaat kunjungan kelas antar rekan kerja adalah:
1)      Memperoleh kesempatan untuk mengamati rekannya yang sedang mengajar
2)      Memberi  kesempatan kepada rekannya untuk mengamati penampilannya selama mengajar
3)      Membantu guru lain yang ingin memperoleh pengalaman atau keterampilan penggunaan teknik dan metode mengajar yang memberi motivasi terarah  bagi guru terhadap aktivitas mengajar
Cara penyusunan kunjungan kelas yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan kepala sekolah yaitu:
1)      Rapat antara supervisor dengan para guru di sekolah
2)      Pertemuan-pertemuan di kelompok kerja penilik, kelompok kerja kepala sekolah, pertemuan kerja guru, pusat kegiatan guru, dsb.
2)      Teknik observasi kelas
Teknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar.data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang dioservasi.
Tujuan observasi adalah: untuk memperoleh data yang seobjektif mungkin, untuk guru data yang dianalisis akan dapat membantu mengubah cara-cara mengajar menuju yg lebih baik, dan untuk murid akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.
1.      Hal-hal yang perlu diobservasi
§  Usaha serta kegiatan guru dan murid
§  Usaha dan kegiatan antara guru dan murid dalam hubungsn denhsn penggunaan bahan dan alat pelajaran
§  Kegiatan memperoleh pengalaman dan
§  Lingkungan sosal,fisik sekolah dan faktor yang menunjang lainnya.
2.      Syarat-syarat untuk memperoleh data dalam observsi antara lain:
§  Menciptakan situasi yang wajar didalam kelas
§  Harus dapat membedakan mana yang penting dan tidak untuk dicatat
§  Melihat bagaimana cara memperbaiki bukan melihat kelemahan
§  Harus diperhatikan kegiatan atau reaksi murid tentang proses belajar
3.      Kriteria yang diakai dalam observasi
§  Bersifat objektif
§  Apa yang dicatat harus kena sasaran sperti apa yang dimaksud
4.      Alat-alat observasi
§  Check-list: adalah alat untuk mengumpulkan data dalam mlengkapi keterangan-keterangan yang lebih objektif dalam pembelajaran dikelas.
Jenis check list ada dua yaitu: 1. Evaluative  Check list yaitu suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara berkelompok dan merupakan standr besertaskala penilianya.. 2. Activity check list adalah dafrat kegiatan yang dijawab oleh sipenjawab dengan cara mengecek.
3)      Percakapan pribadi
Percakapan pribadi merupakan dialog yang dilakukan oleh guru dan suprvisornya, yang membahas tentang keluhan-keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru dalam bidang mengajar, dimana disini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya.
Percakapan pribadi (individual conference)antara seorang supervisor dengan seorang guru.hal ini dipercaya untuk memecahkan problema yang dihadapi oleh guru.
·      Tujuannya
1.      Tujuannya terutama sekali untuk memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan  kesulitan-kesulitan yang dihadapi
2.      Memupuk dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik lagi
3.      Menghilangkan dan menghindari segala prasangka yang bukan-bukan
·         Jenis-jenis percakapan pribadi
Menurut George Kyte ada dua jenis yaitu
1.      Percakapan pribadi setelah kunjungan kelas(formal). Ini setelah supervisor mengadakan kunjungan keas sewaktu guru melaksanakam tugas mengajarnya dan supervisor membuat catatan-catatan tentang segenap aktivitas  guru dalam mengajar
2.      Percakapan pribadi melalui percakapan biasa sehari-hari (informal)
Menurut Mildred E.Swearingen terbagi atas 3 jenis percakapan pribadi antara lain:
a.       Classroom-conference: percakapan pada saat murid-murid tak ada lagi dikelas
b.      Office conference: percakapan yang dilakukan di ruang kepala sekolah atau ruangan guru.
c.       Causal conference:percakapan yang dilaksanakan secara kebetulan yang tidak diharapkan.
d.      Observational visitation: suvervosor mengunjungi kelas dimana dimana guru sedang mengajar.

4)      Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaanya untuk mengetahui kiat-kiat yang telah diambil sampai sekolah tersebut maju.
Yaitu Saling mengunjungi antar guru yang satu kepada guru yang lain yang sedang mengajar.
Kebaikan-kebaikan saling mengunjungi terhadap guru yang lain ialah
§  Memberi kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran
§  Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar
§  Membantu guru-guru yang ingin memperolehpengalaman atau keterampilan tentang teknik atau metodemengajar yang berguna bagi guru yang menghadapi kesulitan dalam mengajar.
Jenis-jenis intervisitation
§  Adakalanya seorang guru menglami kesulitan dalam hal ini.  Supervisor mengarahkan dan menyarankan kepada guru tersebut untuk melihat rekannya yang lain megajar.
§  Kenis lain nya ialah kebanyakan sekolah, kepala sekolah menganjurkan kepaa gurunya untuk saling mengunjungi rekan-rekan yang lainnya atau sekolah lain.
Kunjungan antar kelas dalam satu sekolah atau kunjungan antar sekolah sejenis meruoakan suatu kegiatan yang terutama saling menukarkan pengalaman sesame guru atau kepala sekolah tentang usaha perbaikan dala proses belajar mengajar. Manfaat dari kegiatan tersebut yaitu dapat saling membandingkan dan belajar atas keunggulan  dan kelebihan berdasarkan pengalaman masing-masing.
5)      Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar
Teknik pelaksaan supervise ini berkaitan dengan aspek-aspek belajar mengajar. Dalam usahamemberikan pelayanan professional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek-aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. 
6)      Menilai diri sendiri
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut, yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik.
7)      Demonstrasi mengajar
Demonstra adalah suatu upaya supervisor membantu guru yang disupervisi dengan menunjukakan kepada mereka bagaimana mengajar yang baik. Dalam hal ini yang meakukan demonstrasi mengajar adalah pengawas sekolah atau kepala sekolah sebagai supervisor atau teman sejawat  guru sebagai supervisor. Dengan demonstrasi mengajar, supervisor (orang yang ahi dibidang mengajar) mmpraktikkan penggunaan metode-metode mengajar yang tepat , atau metode mengajar yang baru. Selama demonstrasi berlangsung, para guru yang sedang berlatih mencatat dengan teliti apa yang ditampilkan supervisor (demonstran) kemudian catatan itu nanti akan didiskusikan bersama dengan peninjau –peninjau lainnya.
Salah satu keterampilan yang penting dimilikii supervisor adalah mampu mempraktikkan dan mendemonstrasikan model-model dan strategi pembelajaran sesuai materi pelajaran.






BUKU SUMBER

Makawimbang, Jerry H. 2011. Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Alfabeta : Bandung.
Suhertian, Piet A. 2008. Supervisi Pendidikan. Rineka Cipta : Jakarta
Sagala, Saiful. 2010. Supervisi dan P engajaran. Alfabeta : Bandung










.