Teknik-Teknik Superisi Pendidikan
1.
Pengertian Teknik Supervise Pendidikan
Teknik adalah
suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu. Suatu teknik yang baik adalah terampil dan cepat
menurut (hariwung : 1989). Teknik supervisi adalah cara-cara khusus yang
digunakan untuk menyelesaikan tugas supervisi dalam mencapai tujuan tertentu
dan teknik supervise adalah alat yang digunakan supervisor untuk mencapai
tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan
pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
Jika
layanan yang dterima peserta didik tidak bermutu, maka lulusan hasil pendidikan
menjadi tidak bermut, jika mutu lulusan tidak bermutu, maka ualitas su,ber daya
manusia yang telah melalui proses pendidikanpun tdak bermutu, akibatnya daya
saing bangsa menjadi rendah dan kualita kesejahteraanpun menjadi rendah pula.
Hal ini menjadi alasan mengapa bantuan supervise sangat dibutuhkan oleh gur,
bantuan ini untuk memperbaiki cara guru memberikan layanan pendidikn kepada
peserta didiknya menjadi lebih berkualitas.
Teknik
supervise yang digunakan akan selalu memperhatikan dan terkait dengan problem mengajar yang
dilakukan guru, banyakny guru dan variasi mata pelajaran yang menjadi tanggung
jawab guru yang dibimbing.
2.
Teknik-teknik
yang digunakan dalam pelaksanaan supervise pendidikan
Berbagai
macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan
situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun perorangan ataupun secara
langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media
komunikasi (Sagala 2010: 210).
a.
Teknik
supervise yang bersifat kelompok
Teknik supervise yang bersifat kelompok adalah
teknik supervise yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama-sama
oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok (Suhertian 2008 : 86).
Teknik supervise yang bersifat kelompok antara lain : (Sagala 2010 : 227)
1) Perteman
orientasi bagi guru-guru
Pertemuan
orientasi adalah pertemuan antara supervisor dengan supervisee (terutama guru
baru) yang bertujuan mengahntar supervisee (orang yang disupervisi) memasuki
suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat Sagala (2010:210) dan
Suhertian (2008:86).
Pada
pertemuan orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan
kepada supervisee hal-hal sebagai berikut (Suhertian 2008 : 86):
·
System kerja yang brlaku disekolah
·
Proses dan mekanisme admnistrasi dan
organisasi sekolah
·
Biasanya diiringi dengan Tanya jawab dan
penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah
·
Sering juga pertemuan orientasi ini
diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya
·
Ada juga melalui kunjungan
ketempat-tempat tertentu yang berkaitan dengan sumber belajar
·
Salah satu cirri yang sangat berkesan
bai pembinaan segi sosial dalam orietasi ini adalah makan bersama
·
Aspek lain yang membantu tercitanya
suasaa kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa asing tapi guru baru merasa
diterima dalam kelompok guru yang lain.
2) Rapat
guru
Rapat
guru adalah teknik supervise kelompok yang dilakukan untuk membiacarakan proses
pembelajaran dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru (Pidarta 2009:72).
3) Studi
kelompok antar guru
Studi
kelompok antar guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh bahasa, IPS, dan
sebagianya dan dikontrol oleh supervisor agar kegiaan bermakud tidak berubah
menjadi ngobrol hal-hal yang tidak ada katannya dengan materi. Topic yang akan
dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan isepakati terlebih dahulu.
4) Diskusi
Diskusi
adalah pertukaran pikiran atau penadapat melalui suatu percakapan tentang satu
masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Melalui diskusi supervisor dapat
membantu para guru untuk saling memahai, mengetahui, dan mendalami suatu
permasalahan sehingga secara bersama-sama akan berusaha mencari alternatifnya
tersebut (Sagala 2010:213).
5) Workshop
Workshop adalah suatu
kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang
memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal ini
perlu diperhatikan pada pelaksanaan workshop yaitu :
·
Masalah yang dibahas bersifat “life
centered” dan muncul dari guru tersebut
·
Selalu menggunakan secra maksimal
aktivitas mnetal dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi
yang lebihtingggi dan lebih baik.
·
6) Tukar
menukar pengalaman
Tukar
menukar pengalaman “sharing of experience” sutu teknik perjumpaan dimana guru
menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topic-topik yang
sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu
sama lain. Langkah-langkah melakukan sharing yaitu :
·
Menentukan tujuan yang akan dicapai
·
Menentukan pokok bahasan yang akan
dibahas
·
Memberikan kesempatan pada setiap
peserta untuk menyumbangkan pendapat mereka.
·
Merumuskan kesimpulan.
7)
Diskusi Panel
Diskusi panel dalam
bentuk forum diskusi (round table discussion) adalah suatu
bentuk diskusi yng dipentaskan dihadapan sejumlah partisipan atau pendengar.
Dalam diskusi tersebut semua masalah dihadapkan kepada sejumlah ahli (panelis)
yang memiliki keahlian dibidang masalah
yang sedang didiskusikan. Kelompok ahli
ini bisa berasal dari guru, pengawas sekolah, dosen diperguruan tinggi atau
praktisi lainnya yang menguasai bidang yang diperlukan oleh guru. Bentuk
diskusi ini sering disebut dengan (percakapan tingkat tinggi-Glorified conversation).
Moderator dapat
dipegang oleh guru atau pengawas sekolah
yang mempunyaii keterampilan sebagai moderator. Kegiatan ini dapat dilakukan
satu kali dalam semester sesuai kebutuhan., dan kegiatan diskusi panel ini
dapat membantu guru untuk menambah wawasan ang berubungan dengan pengajaran
8) Seminar
Seminar merupakan pertemuan ilmiah untuk menyajikan
karya tulis baik berupa makalah maupun hasil-hasil penelitian. Seminar juga
menginformasikan dan membahas berbagai informasi, ide, konsep, dan temuan
penelitian melalui suatu forum seminar. Seminar berasal dari bahsa latin “seminarium” yamg berarti pembibitan atau
persemaian atau menabur.
9) Symposium
Simposium dari bahasa Yunani syn yang berarti dengan; dan posis berarti minum, jadi symposium diartikan juga jamuan. Simposium meruakan
suatu kebiasaan manusia pada zaman itu bahwa setelah selsesai suatu acara tidak
segera meninggalkan tempat. Tetapi mereka duduk-duduk santai sambil minum
anggur dan menonton tari-tarian dan mendengarkan music yang diselingi dengan pertukaran pikiran
tentang sesuatu hal sebagai hiburan intelektual (intellectul enterteiment).
Simposium adalah suatu pertemuan yang dalam
pertemuan itu ada beberapa pembicara menyampaikan pikirannya secara singkat mengenai suatu topic
pendidikan, atau topic-topik yang berkaitan
dengan problematika mengajar. Dalam praktiknya supervisor dapat memanfaatkan
para ahli dari perguruan tinggi sebagai narasumber untuk membahas topic
tertentu yang telah disepakati bersama guru binaannya.
10) Panitia
penyelenggara
Suatu
kegiatan biasanya perlu diorganisasikan. Untuk mengorganisasi suatu tugas
bersama, ditunjuk beeberapa orang penanggungjawab pelaksana. Para pelaksana
yang dibentuk untuk melaksanakan sesuatu tugas kita sebut sebagai panitia
penyelenggara. Panitia ini dalam melksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah
kepadanya,bantak mendapat pengalaman-pengalamankerja.
11) Demontrasi
Mengajar/ Demonstration Teaching
Suatu
teknik yang bersifat kelompok bila mana supervisor itu memberi
penjelasan-penjelasan kepada gugu-guru tentang mengajar yang baikmemberikan
penjelasan kepada guru yang dikunjungi sebelumnya.
·
Krkurangan cara ini adalah :
perkembangan mengajar itu berpusat pada pusat minat atau suatu kegiatan yang
membutuhkan waktu lama untuk demonstras mengajar
·
Ketidakmampuan beberapa supervisor untuk
mangadakan demontrasi mengajar
·
Banyak guru tidak mau mengadakan
demontrasi dan membantu supervisior mengadakan demontrasi mengajar
12) Perpustakaan
jabatan
Perpustakaan
in berisi buku, majalah, dan bahan—bahan linnya yang telah diselaksi dan
diteliti mengenai bidang studi tertentu.
Guru dapat studi secara berkelompok bila ada perpustakaan jabatan yang lengkap
13) Buletin
supervisi
Ialah
salah satu alat komunikasi dalam bentuk tulisan yang dikeluarkan oleh staf
supervisor yang digunakan sebagai alat untuk membantu guru dalam memperbaiki situasi pembelajaran.
14) Membaca
langsung
Teknik
ini merupakan teknik yang sederhana namun sulit dilaksanakan ialah membaca
langsung dan terbimbing, cara ini disebut juga dengan suggested reading atau
guided readung. Tejnik ini sangat menolong guru untuk meningkatkan pengalaman mereka. Hanya saja guru akan mengalami kesulitan
dalam memakai waktu yang cukup untuk membaca. Oleh karena itu perlu
ditingkatkan kegairahan di tingkat guru.
15) Mengikuti
kursus
ini
sebenarnya bukan termasuk teknik, melainnkan hanya untuk meningkatkan
pengetahuan tentang profesi mengajar dan menambah keterampilan guru dalam
melengkapi profesi mereka. Yang diharapkan pada kursus ini adalah: pertama
sebagai penyegarn untuk guru dan kedua adalah sebagai usaha peningkatan
pengetahuan,keterampilan danmengubah sikap tertentu.
16) Orientasi
Jabatan/ professional organizations
Kelompok
jabatan yang diorganisasikan sesuai dengan minat dan masalah akan menjadi salah
satu yang palng kuat pengaruhnyauntuk inservise training baik pusat maupun
daerah.
Kelompok
mengadakan konferensi kerja setahun
sekali tentang masalah dan perencanaan mengajar dan penggunaan teknik yang
lebih baik lagi
Kebaikan
dari ini adalah: memiliki nilai sosial, guru memperoleh ide-ide yang praktis
dan inspiratif dari pidato-pidato yang dapat memperkaya pengalaman.
17) Labolatorium
kurikulum
Adalah
suatu tempat yang dijadikan pusat kegiatan
dimana guru-guru memperoleh
sumber-sumber matri untuk menambah pengalaman meraka dalam rangka
inservice educations
18) Perjalanan
sekolah untuk anggota staf/field trip
Bagi
guru ini merupakan teknik supervisi untuk memperbaiki situasi belajar dan
mengajar. Perjsalanan sekolah merupakan salah satu alat atau teknik belajar
bagi murid-murid.
Macam-macam
filed trip
1. Ekskursi
yaitu perjalan sekolah yang dilakukan suatu kelompok manusia dengan tujuan untuk
mempelajari sesuatu cara menyeluruh
2. Study
trip/ filed trip ialah perjalanan sekolah yang khusus mempelajar suatu hal
tertentu
3. Tour
adalah sejenis ekskursi yang memakan waktu agak panjang dam daerah yang luas.
Demikianlah
perjalanan sekolah sebagai teknik belajar yang akan menambah pengetahuan yang
berarti mengembangkan pertumbuhan dan jabatan.
19) Kunjungan rumah
Kunjungan
rumah merupakan teknik supervisi yang door to door dengan cara jemput bola
kepada guru yang akan disupervisi. Tujuannya untuk mempelajari bagaimana
situasi dan kondisi kehidupan orang yang disupervisi dirumah, terutama meneliti
masalah yang secara langsung mempengaruhi tgas dan kewajiban dari orang yang
disupervisi itu.
20) In-servise
training
in-servise
training dilakukan melalui penataran-penataran untuk guru mata pelajaran
tertentu persektor atau gugus, per-kabupaten atau per-wilayah. Prisip dasarnya
adalah mengacu pada asas pendidikan seumur hidup yang bertujuan untuk pemenuhan
kebutuhan tenaga professional sehingga diperlukan strategi yang memadai dalam
pengembangan ini.
b.
Teknik
individual dalam supervisi
Teknik individual menurut Suhertian yang dikutip
Sagala (2010:216) adalah teknik pelaksanaan supervise yang digunakan supervisor
kepada pribadi-pribadi guru guna eningkatan kualitas pengajaran disekolah.
Teknik-teknik individu dalam pelaksanaan supervise antara lain :
1) Teknik
kunjungan kelas
Teknik
kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor kedalam
suatu kelas pada saat guru mengajar dengan tujuan untuk membantu guru
menghadapi kesulitan/masalah mengajar selama melaksanakan pembelajaran. Kunjungan
kelas dapat dilakukan dengan empat cara
yaitu :
·
Kunjungan kelas tanpa diberitahu
·
Kunjungan kelas dengan pemberitahuan
·
Kunjungan kelas atas undangan guru
·
Saling mengunjungi kelas
Teknik
ini seperti kepala sekolah datang kekelas untuk melihat cara guru mengajar. Tujuannya
yaitu untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru
mengajar.Fungsinya sebagai alat untu mendorong guru agar meningkatkan cara
mengajar guru dalam belajar mengajar dan cara belajar siswa. Ada tiga macam
kunjungan kelas diantaranya yaitu:
1. Kunjungan
tanpa diberi tahu(unannonced vissitation) ini seperti supervisor datang kekelas tanpa memberi tahu
terlebih dahulu. Segi positif dari kunjungan ini adalah supervisor dapat
mengetahui keadaan yang sebenarnya dan membuat guru untuk selalumempersiapkan
diri sebaik-baiknya. Dari segi negatifnya guru menjadi gugup.
2. Pengunjungan
dengan cara memberi tahu terlebih dahulu(announced vissitation) supervisor
memberi kan jadwal untuk kunjungan sehingga guru tau jika akan dikunjungi. Sisi
positifnya bagi supervisor kunjungan ini sangat tepat dan punya konsep
pengembangan yang terencana. Dan guru dengan sengaja mempersiapkan diri
sehingga ada kmungkinan hal-hal yang dibuat-buat
3. Perkunjungan
atas undangan guru(vissiting upon invitation). Ini akan lebih baik karena guru
punya motivasi untuk memperbaiki dan mempersiapkan pengajaran, dan membuka
diri agar dia dapat mmperoleh pengalaman baru dari perjumpaannya dengn
supervisor. Segi positif dari kunjungan ini adalahuntuk supervisor dapat
belajar berbagi pengalaman dalam berdialog dengan guru sedangkan untuk guru dapat lebih mudah untuk memperbaiki dan
meningkatkan kemampuannya. Sisi negatifnya akan timbul sikap manipulasi atau
menonjolkan diri.
Antara guru yang satu
dengan yang lain dapat melakukan perbaikan situasi belajar mengajar dengan melakukan kunjungan kelas, selain itu
dapat juga bergaintian ke sekolah masing-masing. Manfaat kunjungan kelas antar
rekan kerja adalah:
1)
Memperoleh
kesempatan untuk mengamati rekannya yang sedang mengajar
2)
Memberi kesempatan kepada rekannya untuk mengamati
penampilannya selama mengajar
3)
Membantu guru
lain yang ingin memperoleh pengalaman atau keterampilan penggunaan teknik dan
metode mengajar yang memberi motivasi terarah
bagi guru terhadap aktivitas mengajar
Cara penyusunan kunjungan
kelas yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan kepala sekolah yaitu:
1)
Rapat antara
supervisor dengan para guru di sekolah
2)
Pertemuan-pertemuan
di kelompok kerja penilik, kelompok kerja kepala sekolah, pertemuan kerja guru,
pusat kegiatan guru, dsb.
2) Teknik
observasi kelas
Teknik observasi
kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan
tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar
mengajar.data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap
guru yang dioservasi.
Tujuan observasi adalah: untuk
memperoleh data yang seobjektif mungkin, untuk guru data yang dianalisis akan
dapat membantu mengubah cara-cara mengajar menuju yg lebih baik, dan untuk
murid akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.
1. Hal-hal
yang perlu diobservasi
§ Usaha
serta kegiatan guru dan murid
§ Usaha
dan kegiatan antara guru dan murid dalam hubungsn denhsn penggunaan bahan dan
alat pelajaran
§ Kegiatan
memperoleh pengalaman dan
§ Lingkungan
sosal,fisik sekolah dan faktor yang menunjang lainnya.
2. Syarat-syarat
untuk memperoleh data dalam observsi antara lain:
§ Menciptakan
situasi yang wajar didalam kelas
§ Harus
dapat membedakan mana yang penting dan tidak untuk dicatat
§ Melihat
bagaimana cara memperbaiki bukan melihat kelemahan
§ Harus
diperhatikan kegiatan atau reaksi murid tentang proses belajar
3. Kriteria
yang diakai dalam observasi
§ Bersifat
objektif
§ Apa
yang dicatat harus kena sasaran sperti apa yang dimaksud
4. Alat-alat
observasi
§ Check-list:
adalah alat untuk mengumpulkan data dalam mlengkapi keterangan-keterangan yang
lebih objektif dalam pembelajaran dikelas.
Jenis
check list ada dua yaitu: 1. Evaluative
Check list yaitu suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang
disusun secara berkelompok dan merupakan standr besertaskala penilianya.. 2.
Activity check list adalah dafrat kegiatan yang dijawab oleh sipenjawab dengan
cara mengecek.
3) Percakapan
pribadi
Percakapan
pribadi merupakan dialog yang dilakukan oleh guru dan suprvisornya, yang
membahas tentang keluhan-keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru
dalam bidang mengajar, dimana disini supervisor dapat memberikan jalan
keluarnya.
Percakapan pribadi (individual
conference)antara seorang supervisor dengan seorang guru.hal ini dipercaya
untuk memecahkan problema yang dihadapi oleh guru.
· Tujuannya
1. Tujuannya
terutama sekali untuk memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui
pemecahan kesulitan-kesulitan yang
dihadapi
2. Memupuk
dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik lagi
3. Menghilangkan
dan menghindari segala prasangka yang bukan-bukan
·
Jenis-jenis percakapan pribadi
Menurut
George Kyte ada dua jenis yaitu
1. Percakapan
pribadi setelah kunjungan kelas(formal). Ini setelah supervisor mengadakan
kunjungan keas sewaktu guru melaksanakam tugas mengajarnya dan supervisor
membuat catatan-catatan tentang segenap aktivitas guru dalam mengajar
2. Percakapan
pribadi melalui percakapan biasa sehari-hari (informal)
Menurut Mildred E.Swearingen terbagi
atas 3 jenis percakapan pribadi antara lain:
a. Classroom-conference:
percakapan pada saat murid-murid tak ada lagi dikelas
b. Office
conference: percakapan yang dilakukan di ruang kepala sekolah atau ruangan
guru.
c. Causal
conference:percakapan yang dilaksanakan secara kebetulan yang tidak diharapkan.
d. Observational
visitation: suvervosor mengunjungi kelas dimana dimana guru sedang mengajar.
4) Intervisitasi
(mengunjungi sekolah lain)
Teknik
ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh
beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang ternama dan maju
dalam pengelolaanya untuk mengetahui kiat-kiat yang telah diambil sampai
sekolah tersebut maju.
Yaitu
Saling mengunjungi antar guru yang satu kepada guru yang lain yang sedang
mengajar.
Kebaikan-kebaikan
saling mengunjungi terhadap guru yang lain ialah
§ Memberi
kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran
§ Memberi
motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar
§ Membantu
guru-guru yang ingin memperolehpengalaman atau keterampilan tentang teknik atau
metodemengajar yang berguna bagi guru yang menghadapi kesulitan dalam mengajar.
Jenis-jenis
intervisitation
§ Adakalanya
seorang guru menglami kesulitan dalam hal ini.
Supervisor mengarahkan dan menyarankan kepada guru tersebut untuk
melihat rekannya yang lain megajar.
§ Kenis
lain nya ialah kebanyakan sekolah, kepala sekolah menganjurkan kepaa gurunya
untuk saling mengunjungi rekan-rekan yang lainnya atau sekolah lain.
Kunjungan antar kelas
dalam satu sekolah atau kunjungan antar sekolah sejenis meruoakan suatu
kegiatan yang terutama saling menukarkan pengalaman sesame guru atau kepala
sekolah tentang usaha perbaikan dala proses belajar mengajar. Manfaat dari
kegiatan tersebut yaitu dapat saling membandingkan dan belajar atas keunggulan dan kelebihan berdasarkan pengalaman
masing-masing.
5) Penyeleksi
berbagai sumber materi untuk mengajar
Teknik
pelaksaan supervise ini berkaitan dengan aspek-aspek belajar mengajar. Dalam
usahamemberikan pelayanan professional kepada guru, supervisor pendidikan akan
menaruh perhatian terhadap aspek-aspek proses belajar mengajar sehingga
diperoleh hasil yang efektif.
6) Menilai
diri sendiri
Guru
dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan
nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut, yang akhirnya akan
memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik.
7) Demonstrasi
mengajar
Demonstra adalah suatu upaya supervisor membantu
guru yang disupervisi dengan menunjukakan kepada mereka bagaimana mengajar yang
baik. Dalam hal ini yang meakukan demonstrasi mengajar adalah pengawas sekolah
atau kepala sekolah sebagai supervisor atau teman sejawat guru sebagai supervisor. Dengan demonstrasi
mengajar, supervisor (orang yang ahi dibidang mengajar) mmpraktikkan penggunaan
metode-metode mengajar yang tepat , atau metode mengajar yang baru. Selama
demonstrasi berlangsung, para guru yang sedang berlatih mencatat dengan teliti
apa yang ditampilkan supervisor (demonstran) kemudian catatan itu nanti akan
didiskusikan bersama dengan peninjau –peninjau lainnya.
Salah satu keterampilan yang penting dimilikii
supervisor adalah mampu mempraktikkan dan mendemonstrasikan model-model dan
strategi pembelajaran sesuai materi pelajaran.
BUKU
SUMBER
Makawimbang, Jerry H. 2011. Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Alfabeta : Bandung.
Suhertian, Piet A. 2008. Supervisi Pendidikan. Rineka Cipta : Jakarta
Sagala, Saiful. 2010. Supervisi dan P engajaran. Alfabeta : Bandung
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar