seandainya aku seorang penulis
mungkin sudah penuh semua buku dengan karya tulisku,
bercerita alasan hati, atau bahkan hanya halusinasi
sekiranya aku mampu mengungkap
mungkin jemari ini sampai berkata lelah akan kisah,
beristirahat penuh hutang balas budian
tapi aku hanya seorang pengeluh
yang bisanya menangis memijit air mata, berdiam diri
dalam tumpukan kata-kata dalam jiwa
tapi aku hanya seorang periang
yang bisanya tertawa memecahkan masalah, padahal
beban dipundak meminta jawaban
adilkah seorang aku yang seperti ini ?
mengungkap kejiwaan dalam Jika
merubah perasaan dengan seandainya
menerjemahkan luka dengan tawa
adilkah aku ini terhadap jiwa ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar